Category: Penyakit

Pentingnya Vaksin Pneumonia di Kala Pandemi

Saat ini vaksinasi Covid-19 ramai dicari dan dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Namun, jangan sampai abai dengan vaksin pneumonia yang tak kalah penting. Vaksin pneumonia sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan terutama terhadap penyakit paru-paru.

Pneumonia merupakan penyakit paru-paru yang tak kalah berbahaya dari Covid-19. Bahkan berdasarkan data dari Unicef, penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian pada balita atau anak-anak. Simak penjelasan berikut ini tentang pentingnya vaksin pneumonia.

Pentingnya vaksin pneumonia

Pneumonia adalah radang pada paru yang muncul akibat infeksi bakteri atau biasa disebut paru-paru basah. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan pneumonia, keracunan darah (sepsis) dan meningitis, yang paling buruk adalah menyebabkan kerusakan otak permanen, dan berujung pada kematian. Oleh karena itulah, vaksin pneumonia sangat perlu diberikan. Vaksin ini diperlukan saat pandemi guna meminimalisir gejala.

Pneumonia dapat menyerang siapa saja dan kecenderungan terjadi pada anak-anak bahkan menjadi penyebab utama kematian karena daya tahan tubuh mereka yang masih rendah. Meski banyak menyerang anak-anak, orang dewasa terutama yang berumur 65 tahun ke atas memiliki yang risiko lebih besar menderita penyakit ini dengan dampak yang lebih serius hingga kematian.

Apakah vaksin pneumonia dapat cegah paparan Covid-19?

Menurut WHO, vaksin pneumonia tidak memberi perlindungan terhadap virus corona. Vaksin tersebut tidak efektif untuk mencegah tubuh dari terpaparnya Covid-19 karena penyakit tersebut sangat baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksin tersendiri. Namun, vaksin ini sendiri sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan.

Vaksin in telah dirancang khusus untuk pencegahan kasus gangguan pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan untuk mencegah tubuh dari virus corona adalah dengan pemberian vaksin Covid-19 sesuai jenisnya yang sudah ada.

Jenis-jenis vaksin pneumonia

Ada dua jenis vaksin yang sesuai dengan usia penerimanya. Pertama ada vaksin konjugasi pneumokokus (PCV) digunakan untuk memvaksinasi anak di bawah 2 tahun. Ini dikenal dengan nama merek PVC13. Tak hanya diberikan pada anak di bawah usia 2 tahun, untuk anak di atas usia 2 tahun atau orang dewasa yang berisiko terkena infeksi pneumokokus pun dapat diberikan vaksin jenis ini. Vaksin PCV diklaim dapat melindungi tubuh dari 13 jenis bakteri penyebab pneumonia.

Kedua adalah vaksin polisakarida pneumokokus (PPV) atau PPSV23 diberikan kepada orang berusia 65 tahun ke atas dan orang yang berisiko tinggi karena memiliki kondisi kesehatan jangka panjang. Efektivitas PPV mencapai 50-70% atau dapat melindungi tubuh dari 23 jenis bakteri penyebab pneumonia. 

Apakah vaksin pneumonia dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain?

Prof. Dr. Cissy B Kartasasmita, seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dalam sebuah webinar berpendapat bahwa vaksin PCV boleh diberikan kepada anak bersamaan dengan vaksin lain terutama pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Ia menyebutkan, vaksin yang boleh diberikan bersamaan dengan PCV seperti diphtheria, tetanus, Haemophilus influenzae type b, inactivated poliomyelitis, hepatitis B, meningococcal serogroup C, acellular atau whole cell pertussis, tt-conjugated meningococcal polysaccharide serogroups A, C, W dan Y, serta MMR dan varicella.

Lantas bagaimana dengan pemberian vaksin ini bersamaan dengan vaksin Covid-19? Apakah boleh? Jawabannya adalah vaksin Covid-19 bisa diberikan bersama vaksin lain, seperti pneumonia. Tapi perlu diperhatikan bahwa vaksin Covid-19 termasuk dalam jenis vaksin baru, maka disarankan untuk memberi dengan jeda 28 hari sampai satu bulan jika hendak menerima vaksin lainnya.

Vaksinasi perlu diberikan untuk mencegah tubuh dari berbagai serangan penyakit terutama di era pandemi. Vaksin ini pun tak kalah penting dari vaksin Covid-19. Terlebih untuk Anda atau keluarga Anda yang rentan terhadap penyakit pernafasan. 

Jika ada pertanyaan yang belum terjawab mengenai vaksin pneumonia, Anda dapat mencari lebih banyak artikel di aplikasi dan website SehatQ. Anda juga bisa langsung berkonsultasi dan bertanya jawab dengan dokter melalui aplikasi SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play.

Tidak Selalu Berbahaya! Ini Cara Mengatasi Benjolan di Punggung

Tidak Selalu Berbahaya! Ini Cara Mengatasi Benjolan di Punggung

Benjolan di punggung dapat terbentuk di bawah kulit Anda karena berbagai alasan. Seringkali, benjolan bersifat jinak (tidak berbahaya) dan ada juga yang berbahaya. Penyebab benjolan di punggung bervariasi, oleh karena itu, Anda perlu mengetahui cara mengatasinya sesuai dengan kondisi benjolan tersebut, seperti berikut.

1. Kista epidermoid

Kista epidermoid adalah benjolan kecil dan bulat di bawah kulit. Kondisi ini biasanya berkembang ketika sel-sel kulit dan pindah ke kulit. Kista epidermoid juga dapat terbentuk ketika folikel rambut menjadi iritasi atau rusak, karena penumpukan keratin.

Kista epidermoid umumnya tidak memerlukan perawatan apa pun. Tapi ada kemungkinan kecil mereka bisa menjadi kanker. Awasi dan beri tahu dokter Anda jika Anda melihat ada perubahan dalam ukuran atau penampilannya. Jika penampilan mengganggu atau kista menjadi menyakitkan, buatlah janji dengan dokter. Apabila kista kembali, mereka dapat mengangkat seluruh kista melalui pembedahan.

2. Lipoma

Lipoma berkembang ketika jaringan lemak tumbuh di bawah kulit, dan membentuk benjolan di punggung. Lipoma biasanya tidak berbahaya dan umumnya tidak memerlukan perawatan medis apa pun. Tetapi jika Anda tidak menyukai tampilannya, atau menjadi menyakitkan atau sangat besar, buatlah janji dengan dokter. Mereka dapat mengangkat lipoma melalui pembedahan.

3. Dermatofibroma

Dermatofibroma adalah benjolan kecil dan keras yang tumbuh di bawah kulit. Benjolan kulit ini tidak berbahaya, tetapi terkadang terasa gatal atau sakit. Dermatofibroma bisa disebabkan karena terkena serpihan serbuk kayu, gigitan serangga, atau trauma kecil lainnya .

Dermatofibroma tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan. Namun, jika penampilannya mengganggu atau mulai merasakan sakit atau gatal, segera ke dokter untuk mengangkatnya melalui pembedahan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa pengangkatan mungkin meninggalkan beberapa jaringan parut. Jika Anda memilih untuk hanya menghapus bagian atas, ada kemungkinan benjolan itu akan kembali seiring waktu.

4. Abses kulit

Abses kulit adalah benjolan bulat berisi nanah yang berkembang saat bakteri masuk ke bawah permukaan kulit. Ini bisa terjadi pada folikel rambut atau luka terbuka dan luka. Tubuh Anda bereaksi terhadap bakteri dengan mengirimkan sel darah putih ke tempat infeksi. Saat jaringan di sekitar area tersebut mati, sebuah lubang terbentuk. Nanah, terdiri dari sel darah putih, bakteri, dan kulit dan jaringan mati, mengisi lubang, menyebabkan abses.

Abses kecil biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Tetapi jika Anda demam atau jika abses semakin besar, terasa sangat menyakitkan, atau dikelilingi oleh kulit yang hangat atau merah, segera temui dokter..

5. Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening adalah sekelompok kecil sel yang terletak di berbagai bagian tubuh. Bagian dari tugas mereka adalah menjebak bakteri dan virus dan menghancurkannya. Kelenjar getah bening Anda biasanya seukuran kacang polong, tetapi paparan bakteri atau virus dapat membuatnya membengkak.

Kelenjar getah bening harus kembali ke ukuran biasanya setelah penyebab yang mendasarinya. Cari perawatan medis segera jika Anda mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang mengganggu proses menelan dan bernapas atau disertai dengan demam 40°C.

6. Keratoacanthoma

Keratoacanthoma (KA) adalah tumor kulit kecil yang tumbuh dari sel-sel kulit. Jenis benjolan di punggung ini cukup umum. Paparan sinar matahari mungkin berperan karena KA lebih sering terjadi di area dengan paparan tinggi, seperti tangan, punggung atau wajah. KA mungkin terlihat seperti jerawat pada awalnya tetapi akan tumbuh lebih besar selama beberapa minggu.

Meskipun KA tidak berbahaya, penampilannya sangat mirip dengan karsinoma sel skuamosa, sehingga  mengurangi rasa kepercayaan diri Anda. Benjolan ini biasanya sembuh dengan sendirinya dari waktu ke waktu tanpa perawatan apa pun, tetapi pengobatan dan pembedahan dapat membantu menghilangkan KA sepenuhnya.